• Selasa, 28 Juni 2022

Ritual Maut Berendam di Pantai Payangan Jember Mengambang dan Terjepit Bebatuan Karang: Berikut Para Korban

- Minggu, 13 Februari 2022 | 22:18 WIB
Ritual maut tersebut bermula ketika pada malam, 12 Februari 2022, rombongan padepokan Jama'ah Tunggal Jati Nusantara bersama-sama berendam diri di pinggir pantai,  selang beberapa waktu sekitar pukul 01.00 WIB  terdengar kabar dari peserta yang berhasil menyelamatkan diri,  bahwa ada peserta ritual tidak mampu melawan derasnya ombak mengakibatkan terombang-ambing hingga ke lepas pantai. (nusadaily.com)
Ritual maut tersebut bermula ketika pada malam, 12 Februari 2022, rombongan padepokan Jama'ah Tunggal Jati Nusantara bersama-sama berendam diri di pinggir pantai, selang beberapa waktu sekitar pukul 01.00 WIB terdengar kabar dari peserta yang berhasil menyelamatkan diri, bahwa ada peserta ritual tidak mampu melawan derasnya ombak mengakibatkan terombang-ambing hingga ke lepas pantai. (nusadaily.com)

HARIAN KAMI  -  Minggu, 13 Februari 2022. Sebanyak 23 warga Kabupaten Jember, Jawa Timur yang merupakan rombongan padepokan Jamaah Tunggal Jati Nusantara yang dipimpin Nurhasan lelaki 35 tahun asal Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi.

Ritual membawa 11 korban nyawa membuat pantai Payangan Kabupaten Jember menjadi sorotan.

Insiden terjadi ketika para peserta ritual  hendak berangkat dari Desa Dukuh Mencek Kecamatan Sukorambi untuk menggelar ritual berendam diri di area pantai Payangan dan Watu Ulo. Peserta yang ikut ritual tersebut berasal dari berbagai Desa di Kabupaten Jember

Ritual berendam diri yang di selenggarakan di pinggir pantai Payangan tepatnya di selatan Gunung Samboja, menjadikan ritual maut bagi mereka yang dikabarkan tergulung ombak hingga terbawa hanyut ke lepas pantai dan tenggelam. (Tangkapan layar Instagram/indoflashlight)

Pengakuan dari peserta yang selamat menuturkan para peserta  tiba di kawasan pantai pada Sabtu (12/2/2022) pukul 23.30 WIB.

Baca Juga: Penumpang Dikejutkan Keberadaan Ular Dikabin Pesawat Penerbangan AirAsia dari Kuala Lumpur ke Tawau, Malaysia

Kemudian para peserta ritual mulai mempersiapkan diri untuk melakukan tahap awal ritual yakni berendam diri bersama di pinggir pantai Payangan.

Dalih ritual pesugihan berendam di pinggir pantai pagi² dini hari, musibah bisa terjadi dimana saja kapan saja, 23 orang peserta ritual tenangkan pikiran memang lagi apes, tak mengira pada saat itu ombak datang secara tiba-tiba lalu menghanyutkan mereka, semoga para korban yg meninggal husnul khotimah ( Tangkapan layar Instagram/indoflashlight)

Petugas pantai Payangan yang sedang bertugas pada saat itu sudah memperingatkan kepada semua peserta ritual agar tidak melakukan kegiatan di sekitar pantai Payangan dikarenakan situasi maupun kondisi cuaca saat itu  kurang bersahabat dan ombak pun sedang tinggi-tingginya. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kapolsek Ambulu AKP Makruf ketika di konfirmasi.

Halaman:

Editor: Yul Adriansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Monas Kembali Dibuka, Klik ini Infornya

Senin, 23 Mei 2022 | 18:13 WIB

KOMINFO: Ini Cara Melaporkan Konten Hoax, Simak!

Sabtu, 16 April 2022 | 06:43 WIB
X