• Senin, 8 Agustus 2022

Repost Majalah MATRA Tentang Laksamana Sukardi menulis: Bagaimana Jika Indonesia Diboikot seperti Rusia

- Senin, 28 Februari 2022 | 11:57 WIB

Bagaimana Jika Indonesia Diboikot seperti Rusia, Catatan Tengah Laksamana Sukardi

Invasia Rusia terhadap Ukrania mendominasi konten media social dimana-mana. Beraneka ragam Analisa baik secara politis, akademis maupun anekdot telah menjadi perhatian warga dunia.

"Saya ikut terbawa oleh emosi yang berkecamuk, berbaur antara perasaan kemanusiaan, politik dan perasaan nasionalisme saya sebagai bankgsa Indonesia."

"Terbetik dalam pikiran saya sebuah pertanyaan hipotetis;”Bagaimana Jika Indonesia diboikot seperti Rusia?”

"Saya membayangkan daya tahan pertahanan Indonesia (resilience) yang sangat rapuh ibarat kaca yang sangat tipis. Lho kenapa?"

"Urat nadi ekonomi Indonesia banyak tergantung dari kekuatan dari negara lain, sehingga dengan mudah darah dapat disetop dan dalam waktu singkat akan mati suri."

"Salah satu factor ketergantungan adalah dibidang energi. Walaupun kita mengalami eforia terhadap kenaikan harga batu bara dan komoditas alam yang membuat Menteri keuangan sumringah karena pendapaatan negara bertambah."

"Ekonomi kita sangat tergantung kepada “Si Hitam” atau minyak bumi yang pada saat ini, kita merupakan negara net importer minyak bumi."

"Karena konsumsi bahan bakar terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi (kebutuhan nasional sebesar 1,6 juta barrel per hari), tetapi produksi minyak bumi mengalami stagnasi dan bahkan turun terus (produksi 800 ribu barrel per hari)."

"Maka, dari kebutuhan minyak mentah Indonesia tekor sebanyak 800 ribu barrel per hari dan akan meningkat terus."

"Karena bagian pemerintah dari produksi minyak hanya 60 persen, maka Indonesia harus mengimport Minyak mentah sebanyak 1,2 juta barrel per hari !
Yang lebih parah lagi, jalur impor minyak tersebut semuanya disalurkan melalui Singapura."

"Kalau kita tidak bersahabat dengan Amerika, maka dengan mudah supplai bahan bakar disetop oleh Saudi Arabia dan negara negara Timur Tengah sekutu Amerika walaupun kita sama sama memiliki penduduk beragama Islam, loyalitas negara timur Tengah akan lebih berpihak kepada Amerika ketimbang solidaritas keislaman."

Halaman:

Editor: Redaksi Kami

Terkini

X