• Selasa, 28 Juni 2022

Radikalisme NII di Kampus UGM Postingan Profesor Karna Wijaya dan Istri Terkait Pengeroyokan Ade Armando

- Senin, 18 April 2022 | 08:16 WIB
Guru besar UGM Profesor Karna Wijaya dan Istrinya koleksi senjata Postingannya terkait Ade Armando menjadi sorotan publik (Kolase foto-foto pribadi Karna Wijaya dan Tangkapan layar)
Guru besar UGM Profesor Karna Wijaya dan Istrinya koleksi senjata Postingannya terkait Ade Armando menjadi sorotan publik (Kolase foto-foto pribadi Karna Wijaya dan Tangkapan layar)

HARIAN KAMI - Senin, 18 April 2022. Ujaran kebencian yang diunggah Profesor Karna Wijaya terkait penyerangan Ade Armando pada 11 April, mengungkap fakta-fakta aneh di balik kehidupan guru besar UGM tersebut. Radikalisme kampus kembali jadi sorotan karena Karna Wijaya disebut-sebut anak didik dosen UGM Syahirul Alim yang dipenjarakan Orde Baru lantaran terlibat gerakan Negara Islam Indonesia (NII) yang ingin mendirikan negara berdasar Syariat Islam.

Di sisi lain, istri Profesor Karna Wijaya, Titik Nurchasanah, juga ingin menumbangkan Jokowi lewat gerakan mahasiswa dan menghendaki Anies Baswedan jadi Presiden tanpa melalui Pemilu.

Pertanyaan yang muncul kemudian, ada apa Profesor Karna Wijaya dengan NII, radikalisme kampus dan Anies Baswedan?

Baca Juga: 3 WNA Timteng Tabrak Lari Beberapa Pemotor di JL Raya Puncak Mobil Hancur Diamuk Masa di Cianjur

Jejak Radikalisme Kampus UGM

Dalam catatan sejarah, lahirnya NII berawal dari gerakan Darul Islam (DI) atau Tentara Islam Indonesia (TII) yang dipelopori Kartosoewirjo.

Secara ideologis, Kartosoewirjo menginginkan Indonesia berlandaskan pada Syariat Islam. Meski gerakan NII telah ditumpas dan Kartosuwirjo telah dihukum mati (1962), gerakan NII kembali bangkit setelah pertemuan Situaksan di Bandung (1971).

Menurut Solahudin, pasca penangkapan Kartosuwirjo (1962), gerakan dilanjutkan oleh orang-orang DI yang modernis atau mengusung pendidikan ibadah yang bersih dari bid’ah. Mereka adalah kader-kader Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba’asyir di Yogyakarta dan Solo.

Baca Juga: Memboikot Kosmetik Mustika Ratu dengan Alasan Pemiliknya Jenguk Ade Armando, Ngaca Dong Mart 212 Bagamana?

Halaman:

Editor: Yul Adriansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X