• Senin, 5 Desember 2022

Sidang Kode Etik Profesi Polri Memutuskan Ferdy Sambo Diberhentikan Tidak Hormat ia Kembali jadi Warga Biasa

- Jumat, 26 Agustus 2022 | 06:58 WIB
Ferdy Sambo menjalani sidang Kode Etik Profesi Polri memutuskan dirinya dinyatakan pemberhentian tidak dengan hormat pada hari Jumat 26 Agustus 2022 (Kolase foto-foto Tangkapan layak Divisi Humas Polri)
Ferdy Sambo menjalani sidang Kode Etik Profesi Polri memutuskan dirinya dinyatakan pemberhentian tidak dengan hormat pada hari Jumat 26 Agustus 2022 (Kolase foto-foto Tangkapan layak Divisi Humas Polri)

 


HARIAN KAMI - Jum'at, 26 Agustus 2022. Kemunculan Ferdy Sambo (FS) di sidang kode etik profesi Polri (KEPP), merupakan yang pertama setelah ditetapkan FS sebagai tersangka.

Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam Polri) , tengah memproses pemberhentian tidak dengan hormat Irjen Pol. FS sebagai anggota Polri atas kasus pembunuhan berencana dilakukannya terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau yang akrab disebut dengan Brigadir J.

FS datang di gedung TNCC Polri sejak pukul 7.30 pagi dengan  menggunakan seragam dinas Polri lengkap bintang dua di pundaknya, tanpa tanda kesatuan, juga emblem Polri.
Di sidang etik inilah nasib FS dalam institusi Polri ditentukan.

Meskipun sidang Kode Etik terhadap mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol. FS digelar secara tertutup, Polri mengumumkan hasil sidang tertutup tersebut ke publik.

Baca Juga: Ferdy Sambo Menulis Surat Resmi Permintaan Maafnya Ditujukan kepada Seluruh Pihak di Kalangan Polri

Dari hasil sidang terhadap FS  selain ia merencanakan pembunuhan atas almarhum Brigadir J,  FS  dinilai telah melakukan obstruction of justice atau menghalang-halangi proses penyelidikan dengan merancang skenario pengecoh dan merusak TKP yang terjadi di rumah dinasnya.

Sidang Kode Etik berlangsung selama 17 jam lebih dengan terdakwa FS yang dimulai pada Kamis (25/8/2022) pukul 09.00 pagi, dan berakhir pada Jumat (26/8/2022) dini hari.

Setelah memeriksa FS yang awalnya menghadirkan 5 orang saksi, bertambah menjadi 15 orang saksi, FS  pun mendengarkan vonis keputusan  hasil sidang KEPP tersebut.

FS dinilai bertanggungjawab atas  kematian  ajudannya sendiri Brigadir J di rumah dinasnya di Kompleks Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada tanggal 8 Juli 2022 lalu.

Halaman:

Editor: Yul Adriansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ismail Bolong seret nama Kabareskrim Agus Andrianto

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:00 WIB
X