• Rabu, 8 Desember 2021

Dibalik Debat Panas Hidup Mati Garuda Indonesia, Sang Pengamat Ungkap Tangan Penguasa dan Profesional Nakal

- Rabu, 24 November 2021 | 21:49 WIB
Bachrul Hakim, Pengamat Kebijakan Publik
Bachrul Hakim, Pengamat Kebijakan Publik

HARIANKAMI.com - Debat Panas Hidup Mati Garuda Indonesia di Senayan terus bergulir hingga Komisi Pemberantasan Korupsi akan masuk, jika ada yang melaporkan dan mau bersaksi.

Di masyarakat, ragam komentar mendukung eksistensi Maskapai Garuda. Ada yang ingin, agar tak membebani anggaran negara, maka Garuda layak disuntik mati saja.

Opsinya, lebih baik bikin PT baru lagi, hingga hutang yang sudah jatuh tempo sekitar Rp 70 triliun tahun ini tidak harus dibayar. Karena PT Baru. 

Masyarakat gemas, geram tapi hanya sebagai penonton. Sementara, sebagai media massa, hanya mencatat, mendokumentasikan, agar menjadi jejak digital.

Media massa mengutip pakar, mendorong pengamat menganalisis, sejatinya apa yang terjadi di gaduh Maskapai Garuda. Pasalnya, ada yang menyebut, partai dan penguasa dibalik kisruh itu.

Yuk, kita kutip pernyataan Bachrul Hakim, yang merupakan pengamat kebijakan publik mengomentari kisruh BUMN Garuda, dengan gamblang.

BACA JUGA: Catatan Pinggir Kebijakan Publik Atas Akal-Akalan Garuda, klik ini

Catatannya adalah sebagai berikut, di tahun 1994. Garuda mohon ijin untuk beli 6 pesawat jarak-jauh Airbus A340.

Alih-alih disetujui atau ditolak, Garuda malah “diarahkan” untuk membeli 9 pesawat jarak-menengah Airbus A330-300.

Halaman:

Editor: Asri Hadi

Tags

Terkini

Vaksin Nusantara Sangat Baik Digunakan Sebagai Booster

Sabtu, 20 November 2021 | 23:55 WIB
X