• Minggu, 5 Februari 2023

RIDMA Foundation: Oknum Aparat Jual Barang Bukti Merupakan Lagu Lama

- Sabtu, 15 Oktober 2022 | 04:24 WIB
Budi Jojo dan Asri Hadi, aktivis anti narkoba mengapresiasi Kapolri, yang berprinsip Lantai kotor harus dibersihkan pakai sapu bersih
Budi Jojo dan Asri Hadi, aktivis anti narkoba mengapresiasi Kapolri, yang berprinsip Lantai kotor harus dibersihkan pakai sapu bersih

HARIANKAMI.com -- Aparat yang menjual barang bukti narkoba merupakan lagu lama yang berdendang kembali.

Dalam rilisnya, LSM Anti Narkoba RIDMA Foundation menyebut oknum aparat nakal  bukan saja di Kepolisian RI, bahkan oknum Badan Narkotika Nasional yang ketahuan hingga diproses ke pengadilan dan kemudian divonis juga ada.

"Untuk membersihkan lantai kotor memang harus memakai sapu bersih," ujar Budi Jojo, Ketua LSM Jaringan Anti Narkoba Ridma Foundation, yang mencatat oknum aparat kerap bermain dengan alat bukti sebagai modus lama.

Yang disita berapa, yang diamankan berbeda dengan yang dilaporkan. "Yang canggih, oknum aparat lebih bermain dengan aset bandar narkoba yang disita, uang yang di bank atau saat ketangkap," masih dalam keterangan Budi Jojo.

Keuangan dari bandar yang disita aparat, kerap dimainkan oknum, karena mekanisme  pertanggung jawabannya ke negara, demikian panjang.

Mirip wacana yang disuarakan polisi, dalam hal ini petugas yang menangani masalah narkoba. Sebaiknya, barang sitaan dari para bandar narkoba yang disita oleh pihak kepolisian ataupun negara dapat dijual atau dilelang.

Tujuannya agar hasil penjualan dapat dipergunakan lagi untuk kepentingan memberantas narkoba.

"Tidak ada yang kebal dalam peredaran narkoba, dari pemuka agama hingga tetangga kita, kalau tak peduli, bisa kena sasar bandar," ujar Asri Hadi aktivis anti narkoba LSM BERSAMA menimpali.

Baik Budi Jojo dan Asri Hadi mengingatkan, aparat penegak hukum menjadi pengguna, karena sebab dan akibat.

Sang petugas, seakan melakukan pembelian terselubung. Seolah-olah misalkan menangkap narkotik pura-pura jadi pembeli. Bisa jadi ini menjadi trik untuk memancing bandar yang lebih besar memang. Tapi, ya ada risikonya. bukti untuk konsumsi sendiri.

Tak sedikit, aparat yang bertugas diiming-iming gaya hidup hedonis oleh bandar. Kalau iman tak kuat, maka rontoklah integritas yang dibangun dan dimiliki oleh petugas itu. Sebuah kejadian, nyata ada Kepala BNN menolak tegas iming-iming sang bandar.

"Padahal, syaratnya hanya gampang saja, jangan galak-galak. Tidak harus jual barang sitaan, duduk manis saja sebagai pimpinan, kalau ada yang ketangkap slow aja, tapi jangan berantas sana dan sikat sana sini. Saya tolak permintaan itu, walau mereka janji setor Tiga miliar rupiah sebulan," kesaksian sang jenderal yang dikenal berintegritas ini.

Halaman:

Editor: Redaksi Kami

Tags

Terkini

Jokowi Jenguk Try Sutrisno di RSPAD Gatot Soebroto

Sabtu, 24 Desember 2022 | 03:28 WIB

Kasal Baru Ditetapkan Presiden Jokowi Sebelum Natal?

Kamis, 22 Desember 2022 | 08:56 WIB

Pemerintah Putuskan Kompetisi Liga 1 Dilanjutkan

Rabu, 7 Desember 2022 | 06:15 WIB
X