• Selasa, 28 Juni 2022

PRESIDEN JOKOWI GOOD MARKETER, repost FB Dimas Supriyanto

- Minggu, 15 Mei 2022 | 20:39 WIB
 
PRESIDEN JOKOWI - GOOD MARKETER - Sejak 2015, saat baru setahun menjabat, Presiden Jokowi sudah disebut sebagai Good Marketer - pemasar yang baik.
 
Sebuah tulisan yang tayang di laman media bisnis SWA, tayangan November 2015, mengungkap itu.
 
SWA mengutip pendapat Arif Wibowo, Ketua Indonesia Marketing Association (IMA). Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat, seorang presiden menjadi ujung tombak untuk nasional branding dari negara yang dipimpinnya.
 
“Jokowi berhasil membangun reputasi dan menghilangkan mitos-mitos dalam dunia usaha. Dari sisi turisme, dalam waktu kurang dari satu tahun sudah 90 negara yang dibebaskan visa untuk mengunjungi Indonesia, " ungkap Arif Wibowo (29 /11/15).
 
Menurut Arif, Presiden Jokowi sudah mereflesikan bagaimana mengelola negara seperti mengelola korporasi.
 
"Keberanian dan keyakinan seorang pemimpin untuk membentuk regulatory framework berupa kebijakan dapat membangun reputasi yang baik,” ujar Arif.
 
Sementara, Suparno Djasmin, Direktur PT Astra International, mengungkapkan bahwa di tahun pertama Jokowi memimpin ia sudah menjadi "beyond marketeer".
 
“Ketika membangun infrastruktur yang kuat di berbagai sektor seperti listrik, pelabuhan, kereta api, jalan tol, ini seperti mengatakan kepada calon investor pihak luar bahwa segalanya telah dipersiapkan untuk melakukan investasi, sehingga perekonomian domestik bisa berkembang dan rakyat punya buying power.
 
"Tidak mungkin menghasilkan produk yang mampu bersaing kalau logistiknya mahal dan tidak ditunjang infrastruktur yang memadai ” kata Suparno.
 
Menurut Mckinsey Global Institute, saat ini (2015..pen) Indonesia adalah negara ekonomi terbesar ke-16 dengan 45 juta orang kelas konsumen serta US$ 0,5 triliun market opportunity di berbagai sektor.
 
Hal itulah yang dibahas dalam forum “Jokowi First Year: Good Country Marketeer?” yang diselenggarakan MarkPlus Center for Public Service dan Galang Kemajuan Center di Jakarta, (28/11/2015) menghadirkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan CEO MarkPlus Hermawan Kartajaya .
 
Menurut Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri saat itu - banyak faktor penghambat bisnis di Indonesia, di antaranya birokrasi yang berbelit-belit yang menyumbang 15,4 persen faktor penghambat.
 
Untuk korupsi sebesar 14,2 persen, infrastruktur sebesar 8,7 persen, etika kerja buruh rendah sebesar 8,7 persen, regulasi buruh sebesar 6,8 persen, inflasi sebesar 5,8 persen dan kebijakan yang selalu berubah-ubah sebesar 5,4 persen.
 
Banyak tantangan yang harus dilewati dan dibenahi Jokowi pada saat ini dalam mensukseskan "national branding".
 
Sejak 2008, Hermawan Kertajaya dan Mark Plus sudah meberikan penghargaan marketer kapada Jokowi. Saat itu yang jadi juaranya Dahlan Iskan. Tahun 2012, kembali gelar Good Marketer diberikan jokowi selaku Gubernur DKI Jakarta.
 
Pembentukan citra suatu negara, baik internal maupun eksternal, berbasis pada nilai dan persepsi positif akan menentukan positioning di antara negara-negara lainnya.
 
PRESIDEN JOKOWI datang ke Amerika Serikat sebagai kepala negara yang sedang meredam suhu politik global akibat perang di Ukrania. Dan menyambangi Elon Musk sebagai pebisnis atas nama negara. Dua peran yang sejuh ini dilalakukan dengan baik.
 
Dan dua peran itulah yang memusingkan kalangan kadrun yang terus sibuk mencari-cari kesalahan presiden tapi nol kontribusinya bagi bangsa. Karena nganggur.
 
Baik Joe Biden yang menghargai peran Jokowi sebagai leader di ASEAN maupun Elon Musk yang menjanjikan datang ke Indonesia, November 2022 mendatang, menunjukkan lawatan dan misi Jokowi ke AS efektif dan berhasil.
 
 
 

Editor: Redaksi Kami

Terkini

X