• Selasa, 28 Juni 2022

Waisak Nasional di Candi Borobudur 2566 BE, 16 Mei 2022 Mengusung Tema Jalan Kebijaksanaan Menuju Kebahagiaan

- Selasa, 17 Mei 2022 | 11:59 WIB
Puncak Peringatan Hari Raya Trisuci Waisak ke 2566 tahun BE (Buddhist era)/2022 Masehi,  di tandai dengan pelepasan lampion ke udara  (Walubi dan Permabudhi)
Puncak Peringatan Hari Raya Trisuci Waisak ke 2566 tahun BE (Buddhist era)/2022 Masehi, di tandai dengan pelepasan lampion ke udara (Walubi dan Permabudhi)

HARIAN KAMI - Selasa, 17 Mei 2022. Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) dan Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi)  bersama-sama menggelar Perayaan Tri Suci Waisak Nasional umat Buddha Indonesia tahun 2022 ini di Candi Borobudur Magelang.

Peringatan Hari Raya Trisuci Waisak  yang setiap tahun secara Nasional diselenggarakan,  pada 2566 BE bertepatan dengan tanggal 16 Mei 2022 dipusatkan di Candi Borobudur dan digelar secara daring dan luring.

Hari senin kemarin 16 Mei 2022, umat Buddha di seluruh dunia merayakan hari Raya Waisak ke 2566 tahun BE (Buddhist era)/2022 Masehi.

Baca Juga: Terlilit Pinjol, Nurhayati Keliling Minta Sumbangan Tampil Misterius Serba Putih Kacamata Hitam Bikin Resah
   
Pemerintah Indonesia, berdasarkan keputusan presiden tahun 1983 telah menetapkan, bahwa hari Raya Waisak sebagai Hari Libur Nasional

Di Indonesia peringatan hari Waisak mengikuti keputusan World Fellowship of Buddhist (WFB).

WFB adalah sebuah konferensi persaudaraan seluruh dunia.

Baca Juga: Waspadai Obesitas pada Anak-anak Akibat Kebiasaan Kurang Gerak di Masa Pandemi

Agama Buddha awalnya berasal dari India dan menjadi salah satu agama tertua di dunia serta Indonesia. Kitab suci agama Buddha adalah Tripitaka.

Hari raya Waisak merupakan hari suci bagi umat buddha, hari raya Waisak juga sering di namakan hari raya trisuci Waisak, sebagai peringatan dari 3 peristiwa penting.
 
Tiga peristiwa penting itu yakni:

Baca Juga: RKH Fakhrillah bin Abdullah Schal Pengasuh Ponpes Syaikhona Kholil Bangkalan Wafat Ribuan Santri Antar Jenazah

1.Lahirnya Pangeran Buddha Sidharta Gautama, seorang yang terlahir dari keluarga kaya namun tetap hidup sederhana, bahkan Sidarta Gautama meninggalkan kehidupan mewahnya untuk menjadi seorang pertapa.

2. Tercapainya penerangan sempurna oleh pertapa Buddha Sidharta Gautama.

3. Wafatnya sang budha Sidharta gautama.pada usia 80 tahun.

Baca Juga: Kasad Jenderal TNI Dudung Menjajal Tembakan Rudal Andalan Milik TNI AD, MLRS Astros II MK 6 di Cibenda

Saat hari Waisak, umat Buddha di Indonesia biasanya akan melakukan kebaktian mengunjungi wihara, sedangkan untuk melakukan serangkaian proses ibadah dan doa setiap tahun perayaan waisak di pusatkan secara nasional di komplek candi Borobudur Magelang Jawa tengah.

Perayaan hari Waisak bertujuan untuk memperingati peristiwa penting yang di alami oleh Budha yang di anggap suci dan istimewa karena mempunyai nilai yang agung dan  luhur.

Adapun tema perayaan Waisak tahun ini adalah ‘Jalan Kebijaksanaan Menuju Kebahagiaan Sejati’.

Baca Juga: Menepis Berita Hoaks 40 Petani Dipukul Saat Aksi Panen Sawit di Mukomuko Bengkulu Mereka Diamankan oleh Brimob

Hari Raya Trisuci Waisak ini memperingati tiga peristiwa penting, yakni kelahiran Pangeran Siddharta, Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha, serta Buddha Gautama parinibbana (wafat).

Tahun ini mengusung tema "Jalan Kebijaksanaan Menuju Kebahagiaan Sejati".

Halaman:

Editor: Yul Adriansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X