Utang Paylater Menghambat Impian Rumah Anak Muda di Indonesia, Klik Ini

- Jumat, 15 September 2023 | 14:04 WIB

Hariankami.com -- Utang Paylater Menghambat Impian Rumah Anak Muda di Indonesia

Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini menghadapi masalah yang umum di kalangan anak muda Indonesia: kesulitan membeli rumah pertama.

Salah satu alasan utamanya adalah utang paylater yang masih belum lunas. Utang paylater yang menunggak dapat memiliki dampak negatif pada catatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, sehingga membuat sebagian besar anak muda kesulitan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Kepala Eksekutif Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa bahkan utang paylater dalam jumlah kecil pun dapat menghambat proses pengajuan KPR.

Banyak yang bertanya apakah utang paylater dengan nominal kecil dapat langsung ditebus, namun kenyataannya tidak semudah itu.

Anak muda yang ingin melunasi utang paylater tersebut memerlukan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, Dewi mengimbau agar anak muda lebih berhati-hati saat menggunakan layanan paylater.

Sementara banyak anak muda terhambat dalam rencana membeli rumah, jumlah kontrak bisnis fasilitas paylater malah mengalami peningkatan yang signifikan.

Menurut data OJK, jumlah kontrak bisnis fasilitas paylater tumbuh sebesar 33,25 persen, mencapai 18,18 juta kontrak pada Mei 2023, dibandingkan dengan 54,70 juta kontrak pada Mei 2022.

Mengapa Paylater Cepat Bertumbuh?

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan bahwa pertumbuhan cepat penggunaan paylater disebabkan oleh proses persetujuan pembiayaan yang mudah dan cepat.

Selain itu, layanan paylater seringkali menawarkan promo-promo menarik yang menarik minat masyarakat luas.

Meskipun jumlah pengguna paylater terus meningkat, data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat bahwa ada sekitar 81 juta generasi milenial di Indonesia yang masih belum memiliki rumah.

Di sisi lain, backlog rumah atau jumlah kekurangan rumah yang dihitung berdasarkan selisih antara jumlah kepala keluarga dengan jumlah rumah yang ada mencapai hingga 12,75 juta hunian.

Angka-angka ini menunjukkan masih banyak kepala keluarga yang belum memiliki rumah, dan utang paylater yang menunggak menjadi salah satu hambatan utama dalam mewujudkan impian memiliki rumah bagi anak muda Indonesia.

Halaman:

Editor: Redaksi Kami

Terkini

Hati-Hati Modus Penipuan Melalui Call Center Palsu

Kamis, 14 September 2023 | 18:19 WIB

Sudut Pandang yang Tersembunyi, Oleh Jojo Media Coach

Selasa, 5 September 2023 | 18:17 WIB

Fitur Revenue Sharing yang Membuka Peluang Baru

Selasa, 15 Agustus 2023 | 21:30 WIB
X